
Activity Launcher
oleh Activity Launcher
4,5
- Keamanan
- 100% Safe
- Kategori
- Alat
- Rating
- 4,5
- Harga
- Free
- Unduh
- 10.00M
Aplikasi ini aman, tepercaya, gratis untuk dipasang, dan menawarkan unduhan cepat tanpa risiko atau malware.
Tangkapan Layar



Analisis oleh Getfullapps
Saya menilai alat yang membuka bagian internal Android dari dua sisi: apakah ia menyelesaikan pekerjaan nyata, dan apakah saya tetap memahami pilihan yang saya buat. Activity Launcher berguna saat saya tahu halaman mana yang ingin dicapai, tetapi daftar aktivitas teknisnya menuntut kehati-hatian. Saya tidak memperlakukannya sebagai jalan pintas untuk mengakali batasan aplikasi, melainkan sebagai cara alternatif untuk menavigasi komponen yang memang tersedia.
Kepercayaan yang dibangun lewat penggunaan yang cermat
Aplikasi ini dikembangkan oleh Activity Launcher dan termasuk dalam kategori alat. Aplikasi ini gratis, memiliki rata-rata 4,5 dari sekitar 43 ribu penilaian, dan telah diunduh lebih dari 10 juta kali. Angka-angka itu menunjukkan bahwa banyak orang menemukan kegunaan di dalamnya, tetapi bukan alasan untuk membuka setiap entri tanpa memahami konteksnya. Saya lebih percaya pada pengujian kecil dan terarah daripada menganggap popularitas sebagai jaminan bahwa semua aktivitas akan cocok untuk perangkat saya.
Activity Launcher dirilis pada 20 Juli 2013, dan versi yang tercantum sekarang adalah 2.4.1. Aplikasi ini ditujukan untuk perangkat Android 7.0 atau lebih baru, dengan rating usia 3+. Bagi saya, informasi tersebut membantu menetapkan konteks teknis dasar, bukan menjawab apakah suatu aktivitas tertentu aman untuk disentuh. Penilaian usia berlaku untuk aplikasi secara umum; sebuah halaman internal tetap perlu dinilai berdasarkan fungsinya.
Memahami kontrol sebelum membuat pintasan
Saya membedakan tiga tindakan saat menggunakan aplikasi ini: melihat daftar, mencoba membuka aktivitas, dan membuat pintasan. Melihat nama entri belum mengubah apa pun yang saya ketahui; membuka entri memperlihatkan apakah halaman itu dapat dipanggil; membuat pintasan menjadikannya lebih mudah diakses lagi. Memisahkan langkah-langkah ini membantu saya berhenti sebelum menyimpan sesuatu yang belum terbukti berguna.
Kontrol yang terlihat adalah memilih aktivitas dan memutuskan apakah aksesnya perlu dijadikan pintasan. Itu memberi saya pilihan praktis, tetapi bukan penjelasan lengkap tentang fungsi setiap baris. Bila sebuah nama terdengar samar, saya tidak menganggapnya sebagai petunjuk yang cukup untuk mengubah pengaturan. Saya mencoba hanya jika tujuannya jelas, lalu kembali ke aplikasi asal bila hasilnya tidak sesuai.
Saat aktivitas internal menyentuh data atau pengaturan
Aktivitas yang dibuka tetap merupakan bagian dari aplikasi sumber. Karena itu, ketika saya sampai di layar yang berhubungan dengan akun, informasi pribadi, atau pengaturan yang dapat memengaruhi penggunaan aplikasi, saya memperlakukannya seperti layar asli di aplikasi tersebut. Pintasan tidak mengubah arti pilihan yang tampil di sana: menekan tombol tetap dapat menjalankan tindakan yang ditawarkan oleh aplikasi sumber.
Saya juga tidak menyimpulkan praktik privasi dari kemampuan menampilkan daftar aktivitas. Daftar itu memberi cara untuk menemukan dan memanggil layar, bukan penjelasan tentang bagaimana aplikasi lain mengelola data. Jika saya hendak mengubah sesuatu yang sensitif, saya membaca keterangan pada layar tujuan dan, bila ragu, menutupnya lalu memakai jalur menu normal. Kebiasaan ini menjaga agar kenyamanan akses langsung tidak berubah menjadi keputusan tergesa-gesa.
Artikel Berikutnya untuk Dijelajahi

Hill Climb Racing: Menjaga Keseimbangan di Ambang Terbalik

X (Sebelumnya Twitter): Kabar Terbentuk Langsung di Linimasa

Amazon Shopping Paling Berguna Saat Anda Tahu yang Dicari

Di 8 Ball Pool, Komunitas Terbentuk dari Tantangan dan Persaingan

Uber Mengatur Cara Kota Bergerak

Facebook Makin Menyatu dengan Ponsel, tetapi Tetap Menuntut Perhatian
Menjaga kendali tetap di tangan pengguna
Dalam penggunaan saya, pilihan yang paling aman adalah mempertahankan kebiasaan untuk memeriksa kembali pintasan. Aktivitas dapat berubah ketika aplikasi sumber diperbarui, sehingga ikon yang dulu membawa saya ke halaman tertentu mungkin berhenti bekerja atau mengarah ke hasil yang berbeda. Saya tidak membuat pintasan untuk halaman yang berisiko hanya demi menghemat satu ketukan, dan saya menghapus yang tidak lagi relevan.
Jika sebuah aktivitas langsung tertutup atau tidak menampilkan hasil yang jelas, saya tidak terus mencoba variasi secara acak. Saya kembali ke menu aplikasi sumber, memastikan fungsi yang saya cari memang tersedia, lalu mencari ulang hanya jika masih ada alasan praktis. Dengan cara ini, saya tetap punya jalur yang mudah dipahami dan tidak menjadikan pintasan satu-satunya cara untuk mengakses hal penting.
Untuk pengguna yang memerlukan kepastian tinggi, jalur resmi di aplikasi sumber biasanya lebih baik karena label dan urutannya memberi konteks. Activity Launcher memberi kendali lebih langsung, tetapi pemahaman dan keputusan akhir tetap berada pada pengguna.
Dari pemasangan sampai pintasan pertama
Saya mulai dengan satu tujuan yang jelas, bukan menjelajahi setiap entri: memilih aplikasi yang saya kenal, mencari aktivitas yang mungkin cocok, lalu memeriksa hasilnya sebelum menyimpannya. Bagian ini menguraikan langkah awal tersebut dan mengapa pintasan pertama sebaiknya dipilih berdasarkan manfaat nyata, bukan rasa penasaran semata.
Yang sebenarnya dilakukan aplikasi ini
Istilah “aktivitas” di Android merujuk pada layar atau bagian tertentu dari sebuah aplikasi. Sebagian aktivitas terlihat jelas dalam menu, sedangkan yang lain hanya dipanggil dari alur internal aplikasi. Activity Launcher membaca aktivitas yang tersedia pada aplikasi terpasang, lalu menampilkan daftar yang bisa dicoba dibuka. Dari sana, saya dapat menguji sebuah entri dan, bila berguna, membuat pintasan agar tidak perlu mencari ulang.
Contoh sederhananya adalah halaman pengaturan tertentu yang biasanya hanya muncul setelah melewati beberapa menu. Dengan aplikasi ini, saya bisa mencari entri terkait, membukanya langsung, lalu menaruh pintasan di layar utama jika memang sering dipakai. Ini sangat berbeda dari sekadar membuat folder aplikasi. Yang dibuat bukan salinan aplikasi, melainkan jalan pintas menuju bagian tertentu di dalamnya.
Hal penting yang perlu dipahami sejak awal adalah bahwa daftar aktivitas tidak selalu ramah untuk pemula. Nama beberapa entri bisa terlihat teknis, panjang, atau tidak menjelaskan hasil akhirnya. Karena itu, saya menyarankan memulai dari tujuan yang spesifik: “Saya ingin membuka halaman pengaturan ini dengan satu ketukan,” bukan “Saya ingin melihat semua hal tersembunyi.” Cara berpikir tersebut mengurangi risiko salah memilih dan membuat proses terasa lebih masuk akal.
Persiapan pertama setelah dipasang
Activity Launcher dapat digunakan pada perangkat dengan Android 7.0 atau lebih baru. Setelah memasangnya, saya tidak langsung membuat banyak pintasan. Saya lebih dulu membiarkan daftar aplikasi dimuat, lalu memilih satu aplikasi yang sudah saya kenal. Memulai dari aplikasi yang sering dipakai membuat saya lebih mudah mengenali hubungan antara nama aktivitas dan layar yang terbuka.
Versi yang tercantum saat ini adalah 2.4.1. Pada tahap awal, jangan menganggap setiap baris sebagai fitur yang aman atau berguna untuk disentuh. Sebagian entri mungkin hanya merupakan langkah internal, halaman perantara, atau layar yang memang tidak dirancang untuk dibuka secara mandiri. Jika sebuah aktivitas tidak menghasilkan tampilan yang jelas, saya kembali ke daftar dan mencoba entri lain daripada terus menekan sesuatu secara acak.
Saya juga menyarankan menyiapkan sedikit kesabaran ketika aplikasi yang dipilih memiliki banyak komponen. Daftar yang panjang bukan berarti aplikasi tersebut bermasalah. Justru aplikasi besar biasanya memiliki lebih banyak aktivitas internal, sehingga pencarian berdasarkan kata yang mudah dikenali menjadi lebih praktis daripada menggulir satu per satu.
Menemukan hasil yang benar-benar berguna
Alur yang paling mudah untuk pemula adalah memilih aplikasi, membaca nama aktivitas secara perlahan, lalu membuka satu entri untuk melihat hasilnya. Jika layar yang muncul sesuai kebutuhan, barulah pertimbangkan membuat pintasan. Saya tidak menyarankan membuat pintasan untuk setiap entri yang tampak menarik, karena layar utama akan cepat penuh dan manfaatnya hilang.
Misalnya, saya ingin mengakses halaman tertentu yang biasanya berada jauh di dalam menu. Saya mencari kata yang berkaitan dengan pengaturan atau fungsi tersebut, memeriksa beberapa hasil yang namanya mirip, lalu menguji satu per satu. Setelah menemukan layar yang tepat, saya membuat pintasan dan memberinya posisi yang mudah dijangkau. Keberhasilan pertama bukan menemukan aktivitas paling rahasia, melainkan menghemat beberapa langkah pada tugas yang memang sering dilakukan.
Pendekatan ini juga membantu menjawab pertanyaan penting: apakah pintasan tersebut tetap berguna setelah aplikasi diperbarui? Tidak selalu. Aktivitas internal dapat berubah nama, dipindahkan, atau tidak lagi tersedia setelah pembaruan aplikasi sumber. Jika sebuah pintasan tiba-tiba tidak bekerja, saya menghapusnya dan mencari ulang aktivitas yang sesuai. Jadi, pintasan sebaiknya dipandang sebagai akses praktis, bukan janji permanen.
Membuat pintasan tanpa memenuhi layar utama
Fitur pintasan adalah alasan utama saya melihat aplikasi ini lebih menarik daripada sekadar daftar aktivitas. Namun saya menggunakannya dengan selektif. Satu pintasan yang membawa saya langsung ke halaman yang sering dibuka lebih bernilai daripada sepuluh pintasan yang hanya pernah dicoba sekali.
Trik yang cukup membantu adalah mengelompokkan pintasan berdasarkan tujuan, bukan berdasarkan nama teknis aktivitas. Jika peluncur bawaan perangkat mendukung folder, saya dapat menaruh beberapa pintasan terkait di satu tempat. Dengan begitu, layar utama tetap rapi dan saya masih mendapatkan akses cepat. Saya juga memberi perhatian pada ikon atau label yang dihasilkan, karena pintasan dengan nama teknis dapat sulit dibedakan ketika jumlahnya bertambah.
Perlu diingat, pengalaman tampilan pintasan dapat dipengaruhi oleh peluncur Android yang digunakan. Pada satu perangkat, pintasan mungkin terlihat seperti ikon biasa; pada perangkat lain, labelnya bisa lebih panjang atau penempatannya terasa berbeda. Ini bukan alasan untuk menganggap aplikasi gagal. Activity Launcher membuat jalur aksesnya, sedangkan cara pintasan ditampilkan tetap bergantung pada lingkungan Android di perangkat.
Kesalahpahaman yang sering terjadi
Kebingungan paling umum adalah mengira aplikasi ini dapat membuka semua fitur yang disembunyikan oleh pengembang. Kenyataannya, aplikasi hanya dapat bekerja dengan aktivitas yang tersedia pada aplikasi terpasang dan dapat dipanggil oleh sistem dalam kondisi perangkat tersebut. Jika sebuah entri tidak bisa dibuka, langsung tertutup, atau menampilkan layar kosong, itu tidak otomatis berarti ada pengaturan yang salah.
Kesalahpahaman kedua adalah menganggap membuka aktivitas internal sama dengan memperoleh hak khusus. Activity Launcher tidak dengan sendirinya memberikan akses administrator, membuka fungsi berbayar, atau mengubah batasan aplikasi lain. Saya menggunakannya sebagai alat navigasi dan pintasan, bukan sebagai cara untuk melewati aturan aplikasi. Batas akses yang berlaku pada aplikasi sumber tetap penting.
Nama aktivitas juga dapat menyesatkan. Sebuah entri yang terdengar seperti pengaturan tertentu mungkin hanya merupakan bagian dari alur internal dan tidak bekerja jika dibuka sendirian. Karena itu, saya tidak menyimpan pintasan sebelum memastikan layar tersebut benar-benar berguna dalam penggunaan sehari-hari. Jika terjadi perilaku aneh, langkah paling aman adalah kembali ke aplikasi sumber dan memakai jalur menu normal.
Kapan cara biasa lebih baik
Untuk pengguna yang hanya ingin membuka aplikasi dengan cepat, peluncur bawaan Android sudah cukup. Bahkan untuk pengaturan yang sering dipakai, panel pengaturan cepat atau widget khusus mungkin lebih mudah dipahami. Activity Launcher baru terasa menonjol ketika jalur normal terlalu panjang, sebuah halaman tidak memiliki pintasan sendiri, atau saya perlu mencoba bagian internal aplikasi untuk tujuan pemecahan masalah.
Dibandingkan aplikasi pembuat pintasan yang hanya mengandalkan nama aplikasi dan tautan umum, alat ini memberi kendali lebih rinci karena saya dapat memilih aktivitas tertentu. Namun kendali tersebut datang bersama tanggung jawab untuk memahami apa yang dipilih. Dibandingkan menu pengaturan bawaan, Activity Launcher lebih fleksibel tetapi kurang memberikan konteks. Menu resmi biasanya menjelaskan fungsi dengan bahasa yang lebih jelas, sementara daftar aktivitas dapat terasa seperti catatan teknis.
Inilah trade-off utamanya: saya mendapatkan akses yang lebih langsung, tetapi harus menerima proses coba dan periksa. Untuk pengguna yang tidak ingin berurusan dengan istilah internal, aplikasi ini mungkin terasa berlebihan. Sebaliknya, bagi orang yang senang merapikan alur kerja Android atau membutuhkan akses cepat ke halaman tertentu, fleksibilitasnya sulit digantikan oleh peluncur biasa.
Skenario sehari-hari yang masuk akal
Bayangkan saya sering membantu anggota keluarga memeriksa satu halaman pengaturan tertentu. Jalur normal mengharuskan membuka aplikasi, masuk ke beberapa menu, lalu mencari bagian yang sama berulang kali. Dengan Activity Launcher, saya bisa menemukan aktivitas yang mengarah ke halaman tersebut, mengujinya, dan membuat pintasan di layar utama. Saat diperlukan, anggota keluarga cukup mengetuk ikon itu tanpa harus mengingat urutan menu.
Skenario lain adalah ketika saya sedang memecahkan masalah pada aplikasi. Saya mungkin perlu membuka halaman informasi, pengaturan internal, atau layar tertentu untuk memeriksa perilaku aplikasi. Activity Launcher dapat mempercepat proses pencarian, tetapi saya tetap mencatat jalur menu normal jika tersedia. Dengan begitu, saya tidak bergantung sepenuhnya pada pintasan yang mungkin berubah setelah pembaruan.
Menurut saya, penggunaan seperti ini lebih realistis daripada menjadikan aplikasi sebagai tempat bereksperimen tanpa arah. Manfaatnya muncul dari pengulangan: satu halaman yang dibuka berkali-kali dapat menghemat waktu, sedangkan aktivitas yang hanya menarik selama beberapa menit biasanya tidak layak dijadikan pintasan tetap.
Privasi, keamanan, dan kebiasaan penggunaan
Karena aplikasi ini menampilkan komponen dari aplikasi lain, saya tetap menggunakannya dengan sikap hati-hati. Saya tidak membuka aktivitas yang tidak saya pahami ketika perangkat sedang dipakai untuk pekerjaan penting. Jika sebuah layar menawarkan pilihan yang berdampak pada perilaku aplikasi, saya membaca labelnya terlebih dahulu dan menghindari perubahan hanya karena ingin melihat hasilnya.
Rating usia aplikasi adalah 3+, tetapi angka tersebut tidak berarti setiap aktivitas internal cocok untuk semua situasi. Penilaian usia memberi gambaran umum tentang aplikasi, bukan penjelasan rinci atas setiap halaman yang dapat dibuka. Untuk pemula, aturan praktis saya sederhana: uji satu aktivitas, amati hasilnya, jangan ubah pengaturan yang tidak dimengerti, dan hapus pintasan yang sudah tidak diperlukan.
Saya juga tidak menganggap jumlah pemasangan sebagai jaminan bahwa setiap aktivitas akan bekerja sama pada semua perangkat. Versi Android, peluncur, dan aplikasi sumber dapat memengaruhi hasil. Pengalaman terbaik datang ketika saya memperlakukan Activity Launcher sebagai alat bantu yang bergantung pada konteks, bukan sebagai tombol universal untuk semua fungsi tersembunyi.
Siapa yang akan menyukainya
Aplikasi ini cocok untuk pengguna Android yang suka mengatur perangkat secara rinci, orang yang sering mengakses halaman tertentu, serta siapa pun yang ingin mengurangi langkah berulang dalam alur kerja. Pengguna yang membantu keluarga atau menguji perilaku aplikasi juga dapat memperoleh manfaat karena pintasan membuat tujuan tertentu lebih mudah dijangkau.
Saya kurang menyarankannya untuk orang yang hanya menginginkan pengalaman sederhana dan langsung. Jika Anda tidak nyaman melihat nama komponen teknis, daftar aktivitas bisa membuat frustrasi. Aplikasi ini juga bukan pilihan pertama bagi pengguna yang mengharapkan semua entri memiliki penjelasan, ikon khusus, atau hasil yang konsisten. Dalam kondisi tersebut, menu bawaan Android terasa lebih aman dan mudah dipahami.
Nilai aplikasi ini juga bergantung pada kebiasaan. Jika Anda jarang mengulang tindakan yang sama, waktu untuk mencari aktivitas mungkin lebih lama daripada waktu yang dihemat. Namun jika satu halaman dibuka setiap hari, proses pencarian awal terasa sepadan. Saya menilai manfaatnya bukan dari banyaknya aktivitas yang tersedia, melainkan dari seberapa tepat satu pintasan menyelesaikan masalah tertentu.
Penilaian saya setelah memakainya
Activity Launcher adalah aplikasi alat yang sederhana pada gagasan, tetapi cukup dalam pada penerapan. Ia tidak mencoba menggantikan Android; ia memberi saya cara lain untuk menjangkau bagian-bagian aplikasi yang biasanya berada di balik beberapa lapisan menu. Kekuatan terbesarnya adalah kebebasan memilih target dan mengubahnya menjadi akses cepat. Kelemahan terbesarnya adalah daftar yang teknis, hasil yang tidak selalu dapat ditebak, serta ketergantungan pada perubahan aplikasi sumber.
Saya menyarankan memulai dengan satu kebutuhan konkret, bukan menjelajahi semuanya. Pasang aplikasinya, pilih aplikasi yang sudah dikenal, cari istilah yang relevan, uji satu aktivitas, lalu buat satu pintasan jika hasilnya benar-benar membantu. Jika tidak menemukan hasil yang cocok, gunakan kembali jalur menu biasa tanpa memaksakan eksperimen. Cara ini membuat pengalaman pertama lebih aman dan memberi gambaran jujur tentang manfaatnya.
Dengan harga gratis dan dukungan untuk perangkat Android modern mulai dari versi 7.0, hambatan untuk mencobanya memang rendah. Namun nilai sebenarnya tetap membutuhkan sedikit rasa ingin tahu dan kemauan membaca. Bagi saya, Activity Launcher layak dipasang ketika saya membutuhkan akses langsung ke halaman internal atau ingin membuat alur kerja Android lebih ringkas. Jika kebutuhan Anda hanya membuka aplikasi dan pengaturan umum, peluncur bawaan kemungkinan sudah lebih nyaman.
Kelebihan
- Memudahkan akses ke aktivitas tersembunyi dalam aplikasi Android.
- Bisa membuat pintasan aktivitas langsung di layar utama.
- Mendukung pencarian cepat berdasarkan nama aktivitas atau aplikasi.
- Berguna untuk menguji fitur internal tanpa akses root.
- Antarmuka sederhana dan ringan digunakan di berbagai perangkat.
Kekurangan
- Beberapa aktivitas dapat menyebabkan aplikasi error atau tertutup paksa.
- Fitur yang tersedia berbeda-beda tergantung versi Android dan aplikasi.
- Tidak semua aktivitas tersembunyi aman untuk diubah atau dijalankan.
- Tidak tersedia untuk perangkat iOS.
- Pembaruan sistem dapat membuat pintasan lama tidak berfungsi.
FAQ untuk Activity Launcher
Apa itu Activity Launcher dan untuk apa aplikasi ini digunakan?
Activity Launcher adalah aplikasi utilitas Android yang memungkinkan pengguna melihat serta membuka activity atau halaman internal yang terdaftar di dalam aplikasi lain. Dengan alat ini, Anda dapat menemukan menu pengaturan tersembunyi, pintasan fitur tertentu, atau layar yang tidak muncul langsung di antarmuka utama. Aplikasi ini lebih cocok untuk pengguna berpengalaman karena beberapa activity mungkin bersifat eksperimental dan tidak dirancang untuk akses umum.
Apakah Activity Launcher aman digunakan di perangkat Android?
Pada dasarnya, Activity Launcher hanya berfungsi sebagai peluncur pintasan dan tidak secara otomatis memodifikasi sistem atau melakukan root pada perangkat. Namun, keamanan penggunaannya tetap bergantung pada activity yang dibuka. Mengakses menu internal tertentu dapat mengubah pengaturan penting, menyebabkan aplikasi berhenti bekerja, atau menampilkan opsi eksperimental. Sebaiknya jangan mengubah pengaturan tanpa memahami fungsinya dan buat cadangan data terlebih dahulu.
Apakah Activity Launcher memerlukan akses root?
Activity Launcher umumnya dapat digunakan tanpa akses root untuk menampilkan dan membuka activity yang tersedia bagi pengguna biasa. Meski demikian, activity tertentu mungkin memerlukan izin khusus, akses sistem, atau hak administrator sehingga tidak dapat digunakan secara normal. Aplikasi ini bukan alat untuk melakukan root, membuka bootloader, atau memberikan izin tambahan. Fitur yang terlihat di daftar juga dapat berbeda tergantung merek perangkat dan versi Android.
Mengapa beberapa activity tidak bisa dibuka atau langsung menyebabkan aplikasi tertutup?
Tidak semua activity yang terdeteksi dirancang untuk dibuka secara langsung. Sebagian hanya dipanggil dalam kondisi tertentu, membutuhkan parameter tambahan, memerlukan izin sistem, atau bergantung pada komponen lain yang belum aktif. Perbedaan versi Android, antarmuka seperti One UI atau MIUI, serta pembaruan aplikasi juga dapat memengaruhi kompatibilitas. Jika terjadi crash, tutup Activity Launcher dan hindari membuka pintasan tersebut kembali.
Apakah Activity Launcher tersedia untuk iPhone atau iPad?
Activity Launcher ditujukan untuk perangkat Android dan memanfaatkan struktur activity yang memang menjadi bagian dari sistem operasi Android. iPhone dan iPad menggunakan iOS dengan arsitektur aplikasi serta pembatasan sistem yang berbeda, sehingga aplikasi ini tidak tersedia dengan fungsi yang sama di App Store. Sebelum mengunduh, pastikan perangkat Anda menggunakan Android dan periksa sumber unduhan agar mendapatkan versi aplikasi yang sesuai serta tepercaya.
Baca tentang Activity Launcher dalam Bahasa Anda
Activity Launcher
Situs ini menyediakan informasi independen tentang aplikasi pihak ketiga dan tidak berafiliasi dengan, atau dimiliki, dikembangkan, maupun didistribusikan oleh, pemilik atau pengembang aplikasi apa pun yang ditampilkan di sini. Nama aplikasi, logo, dan merek dagang adalah milik masing-masing pemiliknya. Detail developer disediakan sebagai referensi; silakan hubungi developer secara langsung melalui support@activitylauncher.net, kunjungi https://activitylauncher.net/, atau baca https://activitylauncher.net/privacy-policy/ mereka.













